Co-Citation dan Co-Occurrence - Konsep Baru dari Link Building

co_citation_co_occurence_konsep_baru_dari_link_building

Akhir-akhir ini aku banyak mendapati keluhan para Blogger terkait Penguin/Panda update, dari situ banyak yang bertanya gimana sih cara menghadapi update algoritma Google, saat update kemarin terhitung memang cukup banyak blog yang tumbang oleh algoritma ini, mulai dari peringkat yang drop ke halaman 10 sampai deindex atau tidak dilisting mesin pencari, meski ekspresi keluhan mereka bervariasi, tetapi secara keseluruhan pendapat mereka hampir seragam.

Kenapa sekarang susah banget blog dihalaman 1 Google?

Beberapa tahun lalu, kira-kira dari tahun 2009 s/d 2012 bisa dikatakan cukup mudah untuk me-ranking keyword, webmaster bisa dengan mudah stuffing keyword melalui anchor text ataupun blast backlink sekaligus.

Yang aku cermati dan analisa memang dari kisaran tahun tersebut peran dari anchor text untuk meranking sebuah keyword masih terlihat dominan, tapi setelah update algoritma Penguin 3.0 Oktober 2014 dan Google Panda 4.1 September 2014 diluncurkan kemarin, saat ini Google sangat selektif dalam me-handle anchor text, bahkan tidak segan untuk memberi "hadiah" penalty.

Apakah hal itu pertanda anchor text sudah mati?

Belum, tapi aku pastikan value dari anchor text itu sendiri bobotnya sudah sangat berkurang di mata search engine.

Google tidak mau blog kita mempunyai ribuan anchor text dengan tipe [exact], apalagi sekarang itu bisa mudah di generate oleh automation tools.

Cukup signifikannya perbedaan pola link building antara dulu dan sekarang, sedikit kesalahan atau kurang anchor text diversity bisa menyebabkan inkonsistensi peringkat blog di mesin pencari, Dance, Sandbox bahkan yang lebih fatal Deindex.

Lalu backlink seperti apa yang masih bekerja sampai sekarang?

Contextual Link masih merupakan yang terbaik asalkan relevan dengan link yang dirujuk.


Basic Anchor Text


Basic dari penggunaan achor text yaitu apabila spider/bot mesin pencari merayapi sebuah atribut anchor text maka spider tersebut akan meranking keyword yang terdapat dalam anchor text tersebut. Melalui anchor text banyak webmaster bisa dengan mudah menembak keyword dengan melakukan stuffing. Oleh karena itu beberapa tahun belakangan Google mulai bereksperimen dengan mencoba menggantikan peran permainan klasik dari anchor text dengan Co-Citation dan Co-Occurence


Apa itu Co-Citation?


co_citation

Kalau diartikan secara sederhana yaitu sebuah kutipan web lain yang masih relevan dengan web kita (Citation = Kutipan)

Contoh Co-Citation:
Harga emas jatuh ke level terendah selama 3 tahun terakhir sejak 2010 pada jumat kemarin tanggal 12 Juli 2013. Seperti dilansir dalam laman Invest.com, harga emas jatuh karena aksi jual para investor yang mengalihkan investasinya dari emas ke pasar saham. Pada perdagangan kemarin harga resmi di emas antam juga sempat turun sebesar 3000 rupiah dibanding hari sebelumnya.

Yang menjadi Co-Citation dari penggalan kalimat tersebut yaitu "Seperti dilansir dalam laman Invest.com". Atau dengan kata lain Co-Citation menyajikan fakta pada sebuah artikel yang diikuti kutipan dari sumber terpercaya.


Apa itu Co-Occurrence?


co_occurrence

Hampir mirip dengan dengan Co-Citation, Co-Occurrence mengindikasikan link berkualitas yaitu link yang disekitarnya terdapat padanan atau kandungan kata relevan dengan link pada sebuah artikel.

Contoh Co-Occurrence:
Agung Purnomo merupakan Founder dari Playboy SEO Service Inc sebuah perusahaan Digital Agency di Jakarta yang juga sekaligus Bisnis Owner dari toko online jam dinding unik minimalis IndoClockStore.com.

Kata-kata yang dicetak tebal (bold) merupakan bagian dari Co-Occurrence karena berupa frase/padanan kata yang masih terkait atau berhubungan dengan anchor text (Playboy SEO Service Inc).

Kesimpulan:

  • Co-Citation dan Co-Occurrence akan menjadi The Next Big Thing dalam dunia SEO menggantikan peran lama dari anchor text untuk menghindari keyword stuffing atau berbagai manipulasi SERPs yang dilakukan webmaster. Untuk itulah membuat konten berkualitas yang tidak hanya ditujukan pada robot mesin pencari merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi.
  • Lupakan software/automation tools yang bisa me-generate banyak link sekaligus, coba evaluasi lagi bila menggunakan cara manual saja kita melakukan kesalahan apalagi yang menggunakan tools. Tools-tools canggih seperti SenukeX sekalipun apabila tidak paham cara menggunakannya bisa saja menyebabkan inkonsistensi peringkat blog pada mesin pencari.
  • Hindari Blackhat/Greyhat SEO, selain kurang etis juga karena teknik tersebut bersifat jangka pendek (short term). Google menjadi pintar saat ini karena kitalah yang membuatnya pintar. "Think SEO Think Long Term"

Title: Co-Citation dan Co-Occurrence - Konsep Baru dari Link Building
Posted by: Agung Purnomo
Published: 2014-10-29T00:52:00-07:00
Rating: 3.5
Reviewer: 431 Reviews
Co-Citation dan Co-Occurrence - Konsep Baru dari Link Building

Leave a Reply

Need SEO Services?


The Periodic Table Of SEO Success Factors








Mau lebaran ngak punya duit, begadang tiap malem optimasi keyword minuman berenergi & martabak paling enak di Jakarta.

AWARD




Tools

Tools
Powered by Blogger.